LABUHA — Wartawan Nalarsatu.com, Irwan Abubakar, diduga mendapat ancaman menggunakan senjata tajam saat melakukan wawancara dengan Daeng Kader di Desa Indomut, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.
Wawancara yang dilakukan untuk kepentingan konfirmasi jurnalistik tersebut berubah tegang setelah Daeng Kader diduga mengeluarkan ancaman dan mengambil sebilah parang dari dalam rumah.
Peristiwa itu disaksikan Kharila, yang berada bersama Irwan di lokasi. Kharila mengaku mendengar langsung ucapan “potong jari” yang disampaikan Daeng Kader.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya dengar langsung dia bilang ‘potong jari’. Saya ada di TKP dan mendengar sendiri,” ungkap Kharila.
Menurut Kharila, situasi semakin tegang ketika ancaman tersebut kembali terdengar dan Daeng Kader disebut sudah memegang senjata tajam.
“Saya sempat mau merespons karena dia sudah pegang sajam. Tapi Irwan langsung kasih tanda dengan kedipan mata. Dia bilang pelan, ‘jangan, cukup dengar saja’,” ujar Kharila.
Sebelumnya, Daeng Kader sempat melakukan video call dengan seseorang yang disebut bernama Wan dan diklaim sebagai anggota intel TNI. Ia kemudian memperlihatkan orang tersebut kepada wartawan.
“Ngoni tidak kenal ini? Dia anggota intel tentara. Dia juga suka bisnis kayu. Saya sering muat kayu, dia punya,” ujar Daeng Kader sebagaimana dituturkan Irwan.
Setelah sambungan telepon berakhir, Daeng Kader diduga kembali mengeluarkan ancaman.
“Saya potong jari e,” ungkap Irwan menirukan ucapan tersebut.
Daeng Kader kemudian masuk ke rumah dan mengambil parang, lalu meletakkannya di samping pintu. Ia juga disebut sempat berteriak dengan nada menantang.
“Saya ini kehutanan. Datang saja. Saya bilang potong pa dorang kong,” ungkap Irwan.
Usai meninggalkan lokasi, Irwan kemudian menemui warga berinisial A untuk meminta keterangan tambahan. A menyebut Daeng Kader dikenal sebagai pembeli kayu dan memiliki kerbau.
“Informasi yang saya dengar, dia biasa gertak orang dengan sajam,” ujar A.
Sementara itu, dugaan pengancaman tersebut terjadi setelah Nalarsatu.com sebelumnya memberitakan dugaan aktivitas bisnis kayu yang dikaitkan dengan Daeng Kader.
Sehari sebelum kejadian, Nalarsatu.com juga telah meminta klarifikasi kepada Pimpinan Perwakilan KPH Halsel, Aini Rajilun. Aini menyampaikan bahwa pihak KPH telah menindaklanjuti informasi tersebut dan meminta Daeng Kader menandatangani surat pernyataan.
“Kami sudah tindak dan kami minta Daeng Kader tanda tangan surat pernyataan. Hanya saja dia tidak mau, orangnya melawan,” ujar Aini.
Dalam percakapan terakhir sebelum meninggalkan lokasi, Daeng Kader disebut mengaku telah mengonsumsi minuman beralkohol dan meminta wartawan pergi.
“Saya sudah mabuk tong, ada minum. Jadi ngoni pigi dulu,” ujar Daeng Kader sebagaimana dituturkan Irwan.
Setelah meninggalkan Indomut, Irwan bersama Kharila langsung menuju Labuha dan melaporkan dugaan pengancaman tersebut ke SPKT Polres Halmahera Selatan.
Irwan juga meminta polisi, apabila dinilai diperlukan, segera mengecek TKP karena menurut informasi yang diterimanya terlapor masih berada di lokasi dan senjata tajam yang diduga digunakan dalam ancaman masih ada.
“Saya sudah melaporkan. Selanjutnya saya serahkan kepada polisi untuk melakukan penyelidikan dan menentukan langkah sesuai hukum,” ungkap Irwan.
Ia menegaskan kedatangannya ke lokasi semata-mata untuk menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami datang untuk wawancara dan menjalankan tugas jurnalistik, bukan mencari masalah atau berkelahi. Kalau ada keberatan terhadap pemberitaan, gunakan hak jawab, hak koreksi atau jalur hukum, bukan ancaman,” ujarnya.













Komentar