Kembali lagi dengan adanya kegiatan Kemah Karya Pemuda yang dilakukan langsung oleh banyak anak muda-mudi dari berbagai wilayah di Maluku Utara. Bertempat kegiatan di Desa Geltoli, Kecamatan Buli, Halmahera Timur (18-23 Agustus 2026), ini merupakan momentum dimana sebagian anak muda-mudi mengembangkan kreativitas, semangat berkarya, dan mampu bersosialisasi dalam ruang internal pemuda.
Kebersamaan dalam kegiatan yang dilakukan sebagian anak muda-mudi ini mampu merangkul perbedaan dari berbagai budaya, suku, bahasa daerah, pakaian adat, dan kebiasaan-kebiasaan lainnya. Namun bukan hanya tentang itu yang kita boleh lihat, tetapi yang harus kita perhatikan ialah apa yang kita bawakan untuk masyarakat disana kalau memang kita adalah anak muda yang baik, berkualitas dan profesional apakah dampak dari kegiatan tersebut mampu merubah pola pikir dan tingkah laku kita di dalam masyarakat sebagai anak muda-mudi yang adalah intermediary actor atau penyambung lidah rakyat.
Peran pemuda di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting. Kita sering disebut sebagai generasi masa depan, tetapi jangan lupa bahwa kita juga merupakan pemuda masa kini yang harus mengambil peran secara aktif, bertanggung jawab, dan profesional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini, masyarakat sedang menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan pemuda. Dalam bidang lingkungan, misalnya, izin pertambangan yang diberikan secara masif telah menyebabkan kerusakan alam serta perampasan ruang hidup masyarakat, khususnya masyarakat pedalaman. Di sisi lain, kemiskinan masih terus terjadi akibat kebijakan pemerintah yang korup dan merampas hak-hak rakyat. Persoalan hukum pun belum sepenuhnya mencerminkan keadilan, karena sering kali hukum terlihat tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas.
Dalam situasi seperti ini, pemuda harus hadir sebagai intermediary actor, yaitu aktor perantara atau penyambung lidah rakyat. Kita harus mampu menyuarakan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan, mengkritisi ketidakadilan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang terjadi. Masyarakat tidak hanya membutuhkan pemuda yang pandai berbicara, tetapi juga pemuda yang mampu menjadi problem solver, pemuda yang peka, berani, kritis, dan mau bekerja nyata.
Pada akhirnya, kekuatan pemuda sebagai intermediary actor terletak pada kemampuannya menghubungkan gagasan dengan tindakan. Ketika diberi kepercayaan, akses informasi, dan ruang pengambilan keputusan, pemuda dapat memperkuat demokrasi, membangun kepercayaan publik, dan menjadikan pembangunan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selesai dari kegiatan Kemah Karya Pemuda ini , lalu yang menjadi harapan adalah Pemuda harus terus ada dan tidak akan pernah mati semangat juangnya.
Penulis : Putri A.S Makulua













Komentar